PERKEMBANGAN PEMBANGUNAN PROVINSI BANDAR LAMPUNG

NAMA KELOMPOK : KARIMAH AFIFAH (23210833)
RAHEL JESIKA (25210553)

KELAS : 1EB15 (S1- AKUNTANSI)

BANDAR LAMPUNG

Kota Bandar Lampung merupakan ibu kota provinsi Lampung, Indonesia. Kota ini memiliki luas 207,50 km² dengan populasi penduduk sebanyak 790.895 jiwa (2006) ; kepadatan penduduk 4.587 jiwa/km² dan tingkat pertumbuhan penduduk 3,79 % per tahun.
Secara geografis, ibukota provinsi Lampung ini berada di pintu gerbang utama pulau Sumatera, tepatnya kurang lebih 165 km sebelah barat laut DKI Jakarta. Maka tak heran, kota yang berpenduduk heterogen ini, menjadi kota terbesar ketiga di Sumatera setelah Medan dan Palembang.
Didukung oleh posisi yang strategis, menyebabkan mobilitas penduduk serta lalu lintas di setiap ruas jalan protokol di Bandar Lampung cenderung padat, sehingga sebagai salah satu kota tersibuk di Indonesia bagian barat, Bandar Lampung memiliki andil penting dalam jalur transportasi darat dan aktivitas pendistribusian logistik dari Jawa menuju Sumatera maupun sebaliknya.
Kota Bandar Lampung merupakan ibukota Provinsi Lampung. Oleh karena itu Kota Bandar Lampung merupakan pusat kegiatan pemerintahan, sosial politik, pendidikan dan kebudayaan, serta merupakan pusat kegiatan perekonomian dari Provinsi Lampung.

SEJARAH BANDAR LAMPUNG
Keterwakilan 13 kecamatan telah terakomodir dalam jajaran Pengurus DPD LPM Kota Bandar lampung periode pertama yang selanjutnya membentuk Koordinator Wilayah (KORWIL) di masing-masing Kecamatan dalam rangka proses pemberdayaan untuk terbentuknya LPM baik ditingkat kelurahan dan kecamatan

Setelah 13 LPM kecamatan se-Bandar lampug terbentuk selanjutnya KORWIL mengadakan Musyawarah Koordinator Wilayah (Muskorwil) pebentukan Forum Komunikasi LPM (FK. LPM) Kecamatan yang berdasar kepada Surat Nomer: 14 / DPD / LPM / BL / IV / 2006 taggal 15 April 2006.

Dengan terbentuknya FK LPM tersebut maka KORWIL dihapuskan bedasarkan Surat Keputusan Nomer: 12/DPD-LPM/BL/VII/2006 tanggal 12 Juli 2006,

LPM Kelurahan

Dasar Pembentukan : Surat DPD LPM Kota Bandar lampung Nomer: 02/DPD-LPM/BL/I/206 tanggal 23 Januari 2006 tentang Pembenukan LPM Kelurahan sebagai Pengganti LKMD.

Proses pergantian Nama tersebut diadakan melalui Musyawarah LKMD Kelurahan, dan selanjutnya Hasil Keputusan Musyawarah tersebut direkomendasikan oleh Pengurus LPM terpilih dan diketahui Lurah di Kelurahan setempat kepada DPD LPM Kota Bandar Lampung melalui KORWIL LPM (tingkat Kecamatan) masing-masing.

Kegiatan tersebut berjalan diseluruh Kelurahan se-Kota Bandar Lampung ( 98 Kelurahan ).

Visi dan Misi

Visi :
Mewujudkan LPM sebagai wadah Perencanaan, Pelaksanaan, Pengawasan dan Pemeliharaan dari hasil-hasil Pembangunan Kelurahan yang bertumpu pada Pemberdayaan Masyarakat dan Pengendalikan Kemiskinan melalui proses pembangunan partisipatif..

Misi :
1. Melaksanakan kegiatan untuk memperkuat pesatuan dan kesatuan dalam bingkai keaneka- ragaman.
2. Meningkatkan kwalitas kehidupan spiritual (keagamaan), social budaya, ekonomi masyarakat yang layak dan bermartabat.
3. Meningkatkan SDM dalam pengelolaan sumber daya pembangunan.
4. Turut meningkatkan kesadaran Hukum dan penegakan Suprmasi Hukum.

Program Kerja

1. Bidang Organisasi
a. Melakukan penataan LPM Kelurahan se-Bandar Lampung
b. Mensosialisasikan penguatan LPM
c. Mengupayakan Sekretariat LPM yan permanent ditingkat Kelurahan, Kecamatan dan Kota Bandar lampung
d. Peningkatan kemampuan menejerial LPM

2. Bidang Hukum dan HAM
a. Memperjuangkan terbitnya PERDA LPM
b. Mendukung Pemerintah Daerah dalam pencegahan dan pemberantasan Korupsi
c. Mensosalisasikan Undang-Undang Nomer 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Bandar lampung

3. Bidang Ekonomi
a. Mendorong Pemerintah Daerah dalam pengembangan Ekonomi Kerakyatan
b. Mengupayakan kemudahan Kredit bagi usaha kecil dan menengah (UKM)
c. Mengembangkan kerjasama pengelolaan Sumber Daya Alam antar Kelurahan

4. Bidang Politik
a. Mempertahankan integritas bangsa dalam kerangka NKRI
b. Meningkatkan pendidikan Politik masyarakat yang demokratis
c. Menerapkan prinsip kesamaan dan anti diskriminasi dalam kehidupan bermasyarakat

5. Bidang Diklat dan Sosial Budaya
a. Mendorong Pemerintah Daerah memperluas pemerataan kesempatan masyarakat untuk
memperoleh kehidupan yang berkualitas
b. Memberikan pelatihan keterampilan kepada masyarakat generasi muda dan perempuan
c. Melestarikan kebudayaan Nasional dan Daerah Lampung

6. Bidang Mental-Spiritual (Agama)
a. Mendorong PEMDA mewujudkan kerukunan hidup antar ummat beragama.
b. Mendorong PEMDA meningkatkan kwalitas pendidikan Agama
c. Menetapkan peran agama sebagai landasan moral, spiritual dan etika dalam penyelenggaraan
Negara (God Goverment)
d. Mensosialisasikan Surat Keputusan Bersama tiga Menteri tentang Rumah Peribadatan.

PENDAPATAN ASLI BANDAR LAMPUNG DAN SUMBANGAN PAD(PENDAPATAN ASLI DAERAH PROVINSI)
Pemkot Bandar Lampung mendapat tambahan pendapatan Rp68,930 miliar. Penambahan ini membuat pendapatan daerah dalam rancangan APBD tahun 2011 melonjak menjadi Rp1,044 triliun.

Tambahan pendapatan tersebut berasal dari bantuan keuangan Pemerintah Provinsi Lampung sebesar Rp10 miliar dan dana transfer dari Pemerintah Pusat untuk bantuan operasional sekolah (BOS) Rp58,93 miliar. Dana BOS untuk sekolah dasar Rp38,908 miliar dan Rp20,022 miliar untuk SMP.

Juru Bicara Badan Anggaran (Banang) DPRD Bandar Lampung Handrie Kurniawan dalam rapat paripurna laporan Banang, Kamis (2-12), mengatakan sebelum ada pembahasan Banang, pendapatan daerah Rp975,24 miliar, sedangkan belanja daerah Rp987,622 miliar. “Menjelang detik-detik akhir pembahasan, Pemkot memperoleh tambahan alokasi pendatan sebesar Rp68,93 miliar,” kata Handrie.

Pendapatan daerah berasal dari pendapatan asli daerah Rp118,044 miliar, dana perimbangan Rp726,51 miliar, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp199,615 miliar. Handrie mengatakan Banang melakukan pengurangan dan penambahan di beberapa satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

Anggaran yang ditambah adalah pembangunan infrastruktur Dinas Pekerjaan Umum Rp7,5 miliar, penyediaan perlengkapan sekolah bagi siswa kurang mampu Rp2,5 miliar, penataan lingkungan pasar dan pembinaan pedagang kaki lima serta asongan Rp1 miliar.

Lalu peningkatan PAD Rp1 miliar, peningkatan sarana dan prasaranan olahraga Rp200 juta, dan pengiriman tim pemantau haji Rp168 juta. Anggaran yang dikurangi antara lain bimtek dan beberapa kegiatan di Sekretariat DPRD dikurangi hingga Rp1,69 miliar, penerimaan CPNSD di BKD Rp483,584 juta.

HAMBATAN PEMBANGUNAN BANDAR LAMPUNG
Kemacetan lalu-lintas kini telah menjadi pemandangan sehari-hari di kota-kota besar di Indonesia dan telah menjadi sebuah persoalan pembangunan yang kompleks dan relatif sulit diselesaikan baik di tingkat lokal daerah maupun secara nasional. Seiring dengan berjalannya waktu, pada saat ini persoalan kemacetan lalu-lintas pun mulai menggejala di kota-kota yang berskala lebih kecil di Indonesia. Salah satu kota di Indonesia yang mulai mengalami gejala tersebut adalah Kota Bandarlampung yang merupakan ibukota Propinsi Lampung. Gejala tersebut dari tahun ke tahun semakin terlihat yang ditandai dengan angka derajat kejenuhan jalan (sebagai indikator tingkat kemacetan) yang menunjukkan trend terus meningkat. Trend tersebut mengindikasikan bahwa Kota Bandarlampung sangat berpotensi mengalami kemacetan lalu-lintas pada beberapa tahun ke depan apabila tidak ada upaya-upaya berupa kebijakan-kebijakan yang tepat untuk mengantisipasi dan mengendalikannya. Pemerintah Kota Bandarlampung baru-baru ini melontarkan rencana pembangunan jalan layang (fly over) yang bertujuan untuk mengantisipasi kemacetan lalu-lintas di Kota Bandarlampung pada beberapa tahun ke depan.

PRODUK UNGGULAN BANDAR LAMUNG
Pengukuhan tersebut dituangkan melalui Surat Keputusan Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Lampung nomor 05/Dekranasda/SK/II/2011 setelah mempertimbangkan Hasil Rapat Anggaran Dasar dan Munas DKN Provinsi Lampung pada tanggal 17 April 2010.
Menurut Trully, kepengurusan Dekranasda yang baru dilantik tersebut diharapkan nantinya dapat berperan lebih dalam menyusun dan melaksanakan program kerja Dekranasda selanjutnya guna mengelola dan membina usaha kerajinan daerah yang nantinya dapat menjadi produk unggulan.
Untuk itu dia berharap, agar Dekranasda Kota Metro mampu meningkatkan, membina kerajinan unggulan daerah yang pada akhirnya akan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan pengrajin serta menciptakan kewirausahaan di Kota Metro.
Sebagai wadah produk kerajinan daerah, maka Dekranasda harus mampu menggali, mengembangkan dan melestarikan kerajinan dan warisan budaya bangsa agar tumbuh kesadaran masyarakat untuk mengelola hasil budaya daerah tersebut sehingga dapat dimanfaatkan sebagai aset berharga yang bisa dijual dan dipromosikan hingga sampai ke luar negeri.
Walikota Metro Lukman Hakim dalam sambutannya, menyatakan sangat mendukung apa yang disampaikan Ny Trully. Diakui Lukman Hakim, bahwa era persaingan global yang semakin kompetitif ini membutuhkan kemampuan daerah yang kuat untuk mampu memunculkan suatu produk yang unggul.
Oleh karenanya, upaya pemerintah daerah dengan memfasilitasi pemasaran produk daerah melalui Dekranasda dinilai sangat tepat sekali karena dapat menjadi wadah dan sarana pendukung suksesnya pembangunan melalui cara menghimpun seluruh potensi sumber daya yang ada.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN PEMBANGUNAN PROVINSI BANDAR LAMPUNG
Terdapat perbedaan yang mendasar antara pola lama dengan pola baru manajemen pendidikan. Pada pola lama manajemen pendidikan, tugas dan fungsi sekolah lebih pada melaksanakan program daripada mengambil inisiatif merumuskan dan melaksanakan program peningkatan mutu yang dibuat sendiri oleh sekolah. Sementara itu, pada pola baru manajemen pendidikan sekolah memiliki wewenang lebih besar dalam pengelolaan lembaganya, pengambilan keputusan dilakukan secara partisipatif dan partsisipasi masyarakat makin besar, sekolah lebih luwes dalam mengelola lembaganya, pendekatan profesionalisme lebih diutamakan daripada pendekatan birokrasi, pengelolaan sekolah lebih desentralistik, perubahan sekolah lebih didorong oleh motivasi-diri sekolah daripada diatur dari luar sekolah, regulasi pendidikan lebih sederhana, peranan pusat bergeser dari mengontrol menjadi mempengaruhi dan dari mengarahkan ke memfasilitasi, dari menghindari resiko menjadi mengolah resiko, penggunaan uang lebih efisien karena sisa anggaran tahun ini dapat digunakan untuk anggaran tahun depan (efficiency-based budgeting), lebih mengutamakan teamwork, informasi terbagi ke semua warga sekolah, lebih mengutamakan pemberdayaan, dan struktur organisasi lebih datar sehingga lebih efisien.
MBS dan Peningkatan Mutu Pendidikan
Apakah ada jaminan bahwa penerapan pembaharuan dalam pola manajemen (pengelolaan) sekolah (MBS) dengan peningkatan mutu sekolah atau pendidikan?. Pertanyaan tersebut juga dikemukakan oleh Abu-Duhou (1999), Wohlstetter & Mohrman (1996). Beberapa penelitian dan kajian MBS di beberapa negara menunjukkan bahwa MBS tidak serta merta menjamin peningkatan mutu pendidikan, terutama apabila MBS dilaksanakan secara sempit atau dilaksanakan secara parsial.
NAMA GUBERNUR DAN WALIKOTA BANDAR LAMPUNG
Gubernur Lampung Sjachroedin Z.P.
dan Wali Kota Bandarlampung Herman H.N.

SUMBER DARI :
-http://lampungmig33.darkbb.com/t779-kota-bandar-lampung
-http://id-id.facebook.com/note.php?note_id=135732546460338
-http://berita-lampung.blogspot.com/2010/12/pemkot-bandar-lampung-mendapat-
Bantuan.html
-http://digilib.itb.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=read&id=jbptitbpp-gdl-muhammadab-
33240
http://rakyatlampung.co.id/web/kota/metro/6684-bertekad-ciptakan-produk-unggulan.
html
-http://blog.unila.ac.id/sugiyanto/category/uncategorized/
-http://www.lampungprov.go.id/index.php?link=dtl&id=1796

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

4 Balasan ke PERKEMBANGAN PEMBANGUNAN PROVINSI BANDAR LAMPUNG

  1. mkch gan infonya salam kenal

  2. Aphrodth Fuuton berkata:

    perkembangan pembangunan provinsi terkait MK teori organisasi dan manajemen.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s