Bahasa Sebagai Lambang Negara

Nama : karima afifah
Npm : 23210833
Kelas : 3EB15
Jurusan : S1- Akuntansi

Bahasa Sebagai Lambang Negara

Lambang negara Indonesia adalah Garuda Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Lambang negara Indonesia berbentuk burungGaruda yang kepalanya menoleh ke sebelah kanan (dari sudut pandang Garuda), perisai berbentuk menyerupai jantung yang digantung dengan rantai pada leher Garuda, dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang berarti “Berbeda-beda tetapi tetap satu” ditulis di atas pita yang dicengkeram oleh Garuda. Lambang ini dirancang oleh Sultan Hamid II dari Pontianak, yang kemudian disempurnakan oleh Presiden Soekarno, dan diresmikan pemakaiannya sebagai lambang negara pertama kali pada Sidang Kabinet Republik Indonesia Serikat tanggal 11 Februari 1950.

Salah satu fungsi dari bahasa Indonesia dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional adalah sebagai lambang kebanggan nasional. Di samping fungsinya sebagai lambang identitas nasional, bahasa Indonesia juga berfungsi sebagai alat pemersatu bangsa dan sarana komunikasi antarsuku dan anatar budaya bangsa. Dari ketiga fungsi tersebut, fungsi yang terakhir disebutkan merupakan fungsi yang kelihatan jelas dan tidak banyak menimbulkan persoalan. Dari fungsi yang ketiga itu, bangsa Indonesia menunjukkan kebanggaannya dan yang sekaligus membedakannya dengan bangsa – bangsa yang lain.

Bangsa Indonesia memiliki beraneka ragam perbedaan antara lain suku bangsa, agama, adat istiadat, dan bahasa antar tiap daerah. Perbedaan tersebut bukan sebagai pemisah, tetapi harus dipandang sebagai kekayaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Keanekaragaman yang ada tertampung dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan negara kebangsaan berdaulat dengan kebhinekaannya bertekad membangun masa depan bersama untuk mewujudkan cita-cita menuju masyarakat yang demokratis, adil, dan makmur. Persatuan dan kesatuan terbentuk melalui proses yang panjang. Landasan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 menjadi acuan pembentukan persatuan dan kesatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Persatuan dan kesatuan merupakan langkah dasar kemajuan suatu bangsa. Peristiwa Sumpah Pemuda menjadi proses yang memberikan makna bagi persatuan dan kesatuan bangsa. Sumpah Pemuda memberikan ruang bagi pemuda untuk mengikrarkan kesamaan tanah air, bangsa, dan bahasa. Hal ini mengingatkan jati diri pemuda sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia yang harus senantiasa menjaga dan mempertahankan ibu pertiwi dari segala macam tantangan, ancaman, maupun krisis.
Peran salah satu tokoh pergerakan, pemikir, dan budayawan bernama Muhammad Yamin mampu menjadi teladan dalam sebuah gagasan pentingnya persatuan bangsa yang multietnik. Peranan Muhammad Yamin dalam mengangkat bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia dan dalam memajukan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, terukir dalam sebuah catatan sejarah peristiwa Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928. Terbukti kemudian, bahasa Indonesia resmi menjadi sarana pemersatu, identitas, dan wujud eksistensi bangsa yang menjadi simbol kedaulatan dan kehormatan negara.
Kebahasaan merupakan manifestasi kebudayaan yang berakar pada sejarah perjuangan bangsa, kesatuan dalam keragaman budaya, dan kesamaan dalam mewujudkan cita-cita bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kebahasaan mampu digolongkan secara rinci menjadi bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing. Penggunaan ketiga bahasa tersebut harus dilakukan secara proporsional agar jati diri bangsa tetap dipertahankan menjadi kebanggaan nasional, bukan untuk persaingan antar bangsa yang saling menjatuhkan martabat kebangsaannya pada era globalisasi yang semakin nyata.
Bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan sekaligus bagian dari identitas bangsa. Penggunaannya luas, baik dalam bentuk lisan maupun tulisan. Kita selalu belajar menjalankan komponen keterampilan berbahasa Indonesia, yakni membaca, menulis, berbicara, dan mendengar. Dimulai dari keterampilan itu, kita akan mencoba mengembangkan daya imajinasi dan kreasi untuk berinteraksi di bumi ini.
Bahasa Indonesia mampu menjadi kekuatan yang sanggup menghimpun serpihan sejarah Nusantara yang beragam sebagai bangsa besar dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bahasa Indonesia bahkan cenderung berkembang menjadi bahasa perhubungan luas. Penggunaannya oleh bangsa lain yang cenderung meningkat dari waktu ke waktu menjadi kebanggaan bangsa Indonesia.
Berawal dari Kongres Pemuda Indonesia I (1926), seorang Muhammad Yamin memperjuangkan bahasa Melayu agar menjadi bahasa yang dapat dipahami suku-suku bangsa di Indonesia. Salah satu hasil kongres itu adalah mempersiapkan materi-materi yang akan dibahas dalam kongres berikutnya. Muhammad Yamin pun dipercaya untuk membuat konsep-konsepnya. Setelah melewati perdebatan dan berbagai pertimbangan, dalam Kongres Pemuda II, 28 Oktober 1928, disepakati rumusan mengenai bahasa persatuan sebagai berikut, “Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung tinggi bahasa persatuan bahasa Indonesia“. Keputusan itu mengungkap bahwa bahasa Melayu resmi diangkat sebagai bahasa Indonesia yang memberi kepastian kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia .

Sumber :-http://bahasa.kompasiana.com/2012/08/31/bahasa-menjadi-simbol-perdamaian-dan-kebanggaan-bangsa-indonesia/

-http://id.wikipedia.org/wiki/Lambang_Indonesia
-http://freezcha.wordpress.com/2010/03/19/bahasa-nasional-dan-kebanggaan-nasional/

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s